Friday, September 30, 2016

PEMERINTAHAN DENGAN WILAYAH KECIL LEBIH BESAR POTENSINYA UNTUK BERHASIL


Sudah                   Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Negara tetangga kita “Singapura” adalah Negara yang lebih maju beberapa langkah ( bukan hanya satu langkah ) dari kita Indonesia, penduduknya sangat tertib dan disiplin, pendapatan per kapitanya juga sangat tinggi, perkembangan bidang industrinya juga sangat pesat. Pembangunan infrastrukturnya juga ‘mentereng’, industri wisatanya juga bak surga dunia.  Bukan menyanjung dia tapi memang kenyataannya begitu. Kenapa bisa seperti itu ?

LAGU SEDERHANA MENCOBA MENGINGATKAN GURU-GURU KITA DI JAMAN SEKARANG


Saturday, September 17, 2016

Indonesia akan lebih stabil dengan hanya sedikit Partai

Indonesia menganut demokrasi yang saya sendiri katakan ‘demokrasi yang kebablasan’. Ini saya tinjau dari jumlah partai yang setiap lima tahun ikut berpartisipasi dalam pemilu. Kita lihat setiap pemilu digelar jumlah partai yang ikut ‘kontes’ selalu tidak sama dengan pemilu sebelumnya. Jadi, tidak ada ketetapan jumlah partai serta tidak ada aturan yang membatasi jumlah kontestan dalam pemilu. Beda dengan negara-negara barat yang orang katakan sebagai kiblatnya demokrasi, misalnya negara yang paling menjadi kiblat demokrasi yaitu Amerika serikat, disana hanya ada 2 partai yaitu Partai Demokrat dan Partai Republik. Di Inggris juga hanya ada dua partai yaitu Partai Konservatif dan Partai Buruh. Memang kalau saya pikir dengan hanya 2 partai sebagai kontestan, maka masa persiapan hingga terlaksananya pemilu tidak seruet di Indonesia. Sebagai contoh yang paling nyata adalah sumbangan dana pemerintah kepada partai yang memang diatur oleh regulasi di Indonesia, tidak efektif . Belum lagi yang lainnya misalnya adanya konflik horisontal ( termasuk dualisme kepemimpinan partai ) yang sering terjadi di Indonesia,